MAKALAH
PROBLEM PERILAKU
SEKS
BEBAS DI
KALANGAN GENERASI MUDA MANGGARAI
(Disusun untuk mendapatkan nilai Ujian Akhir Semester)
OLEH:
NAMA: EPIFANIUS BAYLON JEHUDIN
KELAS: I E
NPM :
13.31.3242
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
STKIP ST. PAULUS
RUTENG
2013/20
PRAKATA
Puji dan syukur penulis haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmatNya penulis bisa menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya.
Tidak lupa juga penulis mengucapkan terima kasih
yang sebesar-besarnya kepada:
1. Rm.
Yohanes Mariano S. Dangku, Pr. Selaku dosen pengampu matakuliah Karya Tulis Ilmiah yang telah memberikan kepercayaan kepada penulis untuk menyelesaikan makalah ini secara mandiri tetapi tentunya tetap berpedomaan pada instruksi-instruksi
yang diberikan.
2. Teman-teman seperjuangan yang telah membantu penulis baik dari segi tenaga,
waktu, dan biaya.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca saya harapkan untuk kesempurnaan tulisan-tulisan selanjutnya.
Ruteng,
12 juni 2014
ABSTRAK
Hasil penelitian di berbagai kota
besar di Indonesia, sekitar 20 hingga 30 persen remaja mengaku pernah melakukan
hubungan seks. Bahayanya, perilaku seks bebas tersebut berlanjut hingga
menginjak ke jenjang perkawinan. Ancaman pola hidup seks bebas remaja secara
umum , tampaknya berkembang semakin serius. Penelitian yang dilakukan Dr Boyke,
pada tahun 1999 lalu terhadap pasien yang datang ke Klinik Pasutri, tercatat
sekitar 18 persen remaja pernah melakukan hubungan seksual pranikah. Perilaku seks bebas di kalangan remaja bukan hanya terjadi di kota-kota
besar saja namun hal ini sudah merembes ke remaja-remaja di seliuruh wilayah
nusantara termasuk di Manggarai. Perilaku seks bebas di kalangan remaja
manggarai memicu banyak akibat yaitu hamil di luar nikah khususnya yang terjadi
di kalangan pelajar, kasus aborsi dan pembuangan bayi di kota ruteng bahkan
berakibat fatal yakni menyebarnya Penyakit Seks Menular (PMS).
DAFTAR ISI
JUDUL
PRAKATA....................................................................................................................................2
ABSTRAK....................................................................................................................................3
DAFTAR ISI.................................................................................................................................4
BAB I
1.1 Latar belakang.............................................................................................................5
1.2 Tujuan penulisan..........................................................................................................5
BAB II KAJIAN TEORI..............................................................................................................6
BAB III PEMBAHASAN
3.1 Penyebab seks bebas...................................................................................................9
3.2 Seks bebas mencoreng
nilai agama dan budaya.........................................................9
3.3
Solusi.........................................................................................................................11
BAB IV PENUTUP
4.1
Kesimpulan................................................................................................................13
4.2
Saran..........................................................................................................................13
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Seks bebas
merupakan pengaruh budaya yang datang dari barat dan kemudian diadopsi oleh
masyarakat Indonesia tanpa memfilternya terlebih dahulu. Revolusi seks yang
mencuat di Amerika Serikat dan Eropa pada akhir tahun 1960-an sudah merambah
masuk ke negeri kita tercinta ini melalui piranti teknologi informasi dan
saran-sarana hiburan lainnya semakin canggih. Sekarang, untuk mendapatkan suatu
video, gambar dan cerita-cerita tentang seks dan pornografi lainnya sangat
mudah, tinggal cari di internet dengan mengunjungi situs-situs yang meyediakan
layanan dewasa tersebut selain itu juga film-film dewasa tersebut juga sudah
dijual oleh para pedagang kaset dan video. Begtu mudahnya akses untuk
mendapatkan hal-hal yang berbau pornografi sekarang ini menyebabkan semakin
meningkatnya angka perilaku seks bebas di dalam masyarakat khususnya di kalangan
remaja
Prilaku seks
bebas tersebut menjadi tren di kalangan remaja khususnya di Manggarai. Sehingga
banyak kasus yang terjadi akibat prilaku seks bebas tersebut muncul dan timbul
seperti hamil di luar nikah, aborsi dan menyebarnya penyakit seks menular seperti
HIV/AIDS. Hal ini menjadi salah satu permasalahan yang sangat serius yang harus
segera dicari jalan keluarnya supaya tidak semakin menjadi-jadi.
1.2 TUJUAN
PENULISAN
Adapun tujuan penulisan ini yaitu:
1.
Mengkaji seks bebas menurut perspektif
agama,para ahli dan psikolog
2.
Menjelaskan penyebab seks bebas
3.
Menjelaskan seks bebas sebagai bentuk
pelanggaran tehadap nilai adat manggarai dan agama.
4.
Untuk mendapatkan nilai ujian
Matakuliah KTI
BAB II
Menurut Sigmund
Freud, seks adalah naluri dasar yang sudah ada sejak manusia lahir. Sejak
lahir, manusia sudah menjadi mahluk yang seksual atau memiliki libido (enerji
seksual) yang mengalami perkembangan melalui fase yaitu: oral, anal, falik dan
genital. Seks merupakan sebuah anugrah yang harus
dipandang sebagai sesuatu yang sakral yang di dasari oleh sebuah ikatan
perkawinan yang sah menurut agama. Dalam kitab suci perjanjian lama(Kejadian 1:26-28) Allah memberkati
mereka , lalu Allah berfirman kepada mereka: Beranak cuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas
ikan-ikan di laut dan burung-burung di
udara dan atas sagala binatang yangmerayap di bumi. “ Dari
kutipan kitab suci tersebut jelaslah kiranya bahwa Allah menganugrahkan seks
itu untuk tujuan mulia yakni untuk memperoleh keturunan agar dapat menjaga dan
melestarikan keturunannya. Namun sekarang seks bukan lagi dipandang sebagai
sesuatu yang sakral tetapi lebih kepada keinginan hawa nafsu semata dan
dilakukan tanpa ikatan perkawinan yang sah. Lebih parah lagi ketika seks itu
bebas dilakukan oleh remaja-remaja dan
bergonta-ganti pasangan(seks bebas).
Jika
ditinjau dari pemahaman kita terhadap hakikat manusia yang dianugrahi oleh akal
budi, tidak sepantasnya apabila seorang manusia melakukan
hubungan seks diluar nikah (seks bebas), karena hal itu lebih cenderung kepada
sifat-sifat kehewanan. Coba kita bandingkan dengan hewan-hewan yang melakukan
hubungan seks sesuka hatinya, dengan pasangan yang berbeda-beda dan dilakukan
dimanapun yang penting ada kemauan. Hewan melakukan hal tersebut karena mereka
tidak dianugerahi akal dan pikiran untuk melihat mana yang baik, mana yang
buruk, mana yang pantas dan mana yang tidak pantas untuk dilakukan. Selain itu,
hewan tidak terikat dengan norma-norma yang mengharuskannya untuk megikuti
aturan dari norma yang berlaku dan mengikat seorang manusia. Kalau manusia
melakukan kegiatan seks bebas, berarti derajat mereka tidak lebih dari hewan
yang berwajah manusia, karena manusia dianugerahi oleh Tuhan akal dan pikiran
untuk dapat memilih mana yang baik, mana yang buruk, mana yang pantas dan mana
yang tidak pantas untuk dilakukan.
Seks bebas merupakan sebuah masalah sosial yang harus
diatasi dan dicari jalan keluarnya. Mengapa disebut sebagai masalah sosial? Menurut Soerjono Soekanto(Blog Smandry di 00.17)
masalah sosial adalah suatu
ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang
membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara
unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti
kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat. Pada artikel ini, penulis akan membahas salah satu masalah sosial yang semakin sering kita dengar, yaitu Semakin banyaknya remaja Indonesia khususnya di Manggarai yang terlibat seks bebas.
kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat. Pada artikel ini, penulis akan membahas salah satu masalah sosial yang semakin sering kita dengar, yaitu Semakin banyaknya remaja Indonesia khususnya di Manggarai yang terlibat seks bebas.
Menurut Guntoro Utamadi, Psikolog
yang juga pengasuh rubik Curhat di harian Kompas, tingkat Pemahaman remaja yang
dipengaruhi mitos-mitos lingkungan sekitar, khususnya dari teman sebaya dapat
membahayakan perkembangan mental remaja bila tidak segera didampingi oleh orang
yang dipandang tepat memberi informasi yang benar. Pemahaman remaja terhadap
resiko perilaku yang mereka lakukan seringkali sangat minim. Mereka merasa
telah melakukan berbagai pencegahan dan antisipasi , akan tetapi sebenarnya
yang mereka ketahui adalah informasi yang salah. Dan remaja perempuan, lebih
rentan terhadap berbagai resiko dan berbagai kerugian dari perilaku seksual
tersebut. Seperti, resiko kehamilan, aborsi, PMS, lebih banyak akan diderita
oleh perempuan.
Tragisnya, banyak remaja perempuan yang
tidak bisa mengatakan TIDAK melakukan hubungan seks dengan pacarnya. Karena ada
anggapan ini satu paket dalam berpacaran. Kalau tidak, mereka dianggap bukan
anak gaul.Karena terpedaya oleh rayuan, ketakutan diputus pacarnya, sampai
dengan ancaman dan paksaan membuat remaja perempuan menjadi beresiko lebih
tinggi. Oleh karena itu, peningkatan kesadaran terhadap tubuh sendiri dan
pemahaman bahwa tubuhnya adalah miliknya dan bertanggung jawab, sangat
diperlukan bagi remaja perempuan. Kemampuan berkata tidak yang sering kali
berhubungan erat dengan rasa percaya diri, harus selalu dilatihkan. Remaja
laki-laki juga harus sering diajak mengembangkan dorongan seksualnya dan
menghormati perempuan.
Faktor lain, adalah bahwa masalah seks
dengan pasangannya justru dijadikan legistimasi untuk melakukan seks bebas.
Bahkan, saat ini, seks bebas sudah menjadi bagian dari budaya bisnis. Factor
yang melatarbelakangi hal ini, menurut Boyke, antara lain disebabkan
berkurangnya pemahaman nilai-nilai agama. Selain itu, juga disebabkan belum
adanya pendidikan seks secara formal di sekolah-sekolah. Selain itu, juga
maraknya penyebaran gambar serta VCD porno.
Peran media massa, diakui Maria Hartiningsih, wartawan senior
Harian Kompas, mampu membentuk realitas dari kehidupan. Ketika menghadapi
dorongan seks luar biasa, penyaluran yang dibayangkan remaja adalah hubungan
seksual. Dan berbagai media yang menyalurkan minat mereka itu, tersedia di
mana-mana dengan murahnya dan membawa remaja pada perilaku tidak benar.
Berdasarkan survey Pusat Studi Wanita
Universitas Islam Indonesia (PSW-UII) Yogyakarta, jumlah remaja yang mengalami
masalah kehidupan seks terutama di Yogyakarta terus bertambah, akibat pola
hidup seks bebas. Mengapa demikian? karena pada kenyataannya pengaruh gaya seks
bebas yang mereka terima jauh lebih kuat dari pada control yang mereka terima
maupun pembinaan secara keagamaan. Selain itu, munculnya perilaku seks bebas di
kalangan remaja yang marak belakangan ini tidak terlepas dari pengaruh era
globalisasi, serta berkaitan erat dengan pengaruh Napza (narkotika,
psikotropika dan zat adiktif lainnya).
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 PENYEBAB
SEKS BEBAS
Seks merupakan
naluri alamiah yang dimiliki oleh setiap makhluk hidup di muka bumi ini. Hawa
nafsu merupakan hal yang sangat menentukan dalam terjadinya perilaku seks
bebas. Hubungan seks dilakukan apabila hawa nafsu sudah menguasai dirinya. Hawa
nafsu membuat seseorang lupa segala-segalanya, termask lupa akan Tuhan, yang
dia tahu hanyalah bagaimana caranya agar nafsunya tersebut dapat tersalurkan.
Ada berbagai
faktor yang menyebab terjadinya seks bebas di kalangan remaja khususnya di
manggarai yakni:
1. Anggapan bahwa
seks merupakan sebuah paket atau sesuatu yang wajar harus dilakukan dalam
berpacaran dan mengganggab sebagai salah satu cara untuk menunjukan rasa cinta.
2. Bagi remaja
tidak “gaul” atau kuper jika belum mersakan hubungan seksual.
3. Pengaruh video
porno yang banyak menyebar di kalangan remaja serta situs-situs yang
menyediakan layanan yang memudahkan para remaja mengakses gambar dan video
porno tersebut.
4. Rasa ingin coba
yang sangat kuat di kalangan remaja-remaja
yang menginjak masa pubertas..
5. Kurangnya perhatian
orang tua sehingga anak lebih suka mencari jalan keluar dari setiap
persoalan-persoalan dan pada akhirnya terjerumus dalam prilaku seks bebas.
6. Kurangnya
pengetahuan anak tentang seks dan bahayanya serta budaya masyarakat manggarai
yang masih menganggap pendidikan seks itu sesuatu yang tabu.
Selain
faktor-faktor yang sudah dipaparkan diatas masih banyak lagi faktor yang
menyebabkan terjadinya prilaku seks bebas di kalangan remaja manggarai.
3.2 SEKS BEBAS
MENCORENG NILAI BUDAYA DAN AGAMA
Seks bebas dikalangan remaja
Manggarai menjadi salah satu masalah yang sangat serius dan harus ditindak
lanjuti. Seks bebas merupakan suatu pelanggaran terhadap norma-norma dalam
masyarakat Manggarai dan secara tidak langsung melunturkan adat dan budaya Manggarai
yang terkenal santun baik dari segi kata-kata, pakayan dan prilaku. Sudah
begitu banyak remaja manggarai yang meninggalkan serta melepaskan norma-norma
dan larangan yang berlaku dalam budaya mereka dan cendrung mengikuti pola hidup
kebarat-baratan dan pada akhirnya memicu perilaku seks bebas seperti:
a. Cara berpakayan
Dalam budaya manggarai sesuatu yang
sangat tabu apabila perempuan memakai pakayan yang mengumbar aurat. Akan tetapi
sekarang sudah berbanding terbalik, banyak perempuan manggarai yang memakai
pakayan yang seronok dan sengaja menampilkan bagian-bagian tubuh mereka. Hal
ini menjadi pemicu banyak terjadinya tindakan pemerkosaan dan pelecehan seksual
di Manggarai akibat cara berpakaiyan yang mengundang nafsu bejat para lelaki.
b. Seks bebas
Remaja manggarai dewasa ini sudah
banyak melangkah terlalu jauh dan terjerumus dalam prilaku seks bebas. Seks
bebas sepertinya sudah menjadi tren di kalangan remaja baik yang duduk di
bangku sekolah SMP, SMA maupun yang dilakukan oleh kalangan mahasiswa. Sehingga
begitu banyak kasus-kasus yang terjadi di manggarai yang disebabkan oleh
perilaku seks bebas seperti hamil diluar nikah, aborsi, pembuangan bayi dan
kasus penularan HIV/AIDS. Para remaja di
Manggarai sudah tidak memperhatikan nilai-nilai adat dan budaya Manggarai yang luhur tersebut dan
bertindak seperti manusia yang tak berbudaya dan berakal budi. Yang lebih parah
lagi, remaja Manggarai melakukan hubungan seks sedarah seperti yang terjadi di
Sita Manggarai Timur dimana seorang remaja melakukan hubungan seks dengan
saudari kandungnya sendiri dan akhirnya hamil. Remaja manggarai tidak
memperhatikan pasangannya yang adalah tanta,bibi,paman saudari yang masih
memiliki hubungan darah dengannya tetapi lebih dikuasai oleh hawa nafsu dan
kesenangan tubuh semata. Falsafah manggarai yang berbunyi: neka inung toe nipu hang toe tanda agu toko toe mopo sudah dilepas
dan tidak memiliki nilai samasekali.
c. Pelacuran dan hiburan malam
Di manggarai sudah banyak tempat-tempat
yang menjadi arena hiburan malam yang digunakan oleh masyarakat manggarai
termasuk remaja Manggarai. Banyak praktek Pelacuran terselubung yang dilakukan
remaja putri di kota ruteng yang menjadi incaran lelaki hidung belang. Hal itu
biasa mereka lakukan di tempat-tempat sepi, di kost dan di hotel. Banyak remaja
putri di Manggarai yang sudah berani keluar malam dibawa oleh pacar bahkan
om-om untuk melakukan aksi memuas hawa nafsu mereka. Larangan orangtua supaya neka lako gula boto cumang kula toe kula bon
kula buta agu neka lako wie boto cumang pie, toe pie bon pie nggipet ungkapan
ini memiliki syarat makna yang kalau diterjemahkan dan dianalisis lebih jauh artinya jangan keluar malam atau keluar
pagi supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti tindakan
pemerkosaan sudah tidak dihiraukan lagi.
Selain
melanggar norma adat seks bebas juga dilarang keras oleh agama seperti perintah
dalam kitab suci untuk jangan berzinah sudah dilanggar oleh remaja Manggarai.
3.3 SOLUSI
Ada berbagai solusi yang ditawarkan
oleh penulis agar perilaku seks bebas di kalangan remaja Manggarai tidak
semakin merajalela Jika permasalahan remaja yang
ada di Manggarai tidak dikurangi dan diselesaikan dengan cepat maka dapat menyebabkan
hancurnya tatanan budaya dan generasi Manggarai selanjutnya.
Berikut
beberapa saran yang mungkin bisa dilakukan untuk mencegah prilaku seks bebas
pada remaja di Manggarai:
a.
Adanya kasih sayang, perhatian
dari orang tua dalam hal apapun serta pengawasan yang tidak bersifat mengekang.
Salah satu
faktor terbesar yang mengakibatkan remaja kita terjerumus ke dalam prilaku seks
bebas adalah kurangnya kasih sayang dan perhatian dari orang tuanya. Perilaku
seks bebas pada remaja saat ini sudah cukup parah. Peranan agama dan keluarga
sangat penting untuk mengantisipasi perilaku remaja tersebut. Sebagai makhluk
yang mempunyai sifat egoisme yang tinggi maka remaja mempunyai pribadi yang
sangat mudah terpengaruh oleh lingkungan di luar dirinya akibat dari rasa ingin
tahu yang sangat tinggi. Tanpa adanya bimbingan maka remaja dapat melakukan
perilaku menyimpang. Untuk itu, diperlukan adanya keterbukaan antara orang tua
dan anak dengan melakukan komunikasi yang efektif. Mungkin seperti menjadi
tempat curhat bagi anak-anak anda, mendukung hobi yang diinginkan selama
kegiatan tersebut positif untuk dia.
b.
Pengawasan yang perlu dan
intensif terhadap media komunikasi.
Pada usia
remaja, mereka selalu mempunyai keinginan untuk mengetahui, mencoba dan
mencontoh segala hal. Seperti dari media massa dan elektronik yang membuat
remaja seringkali terpicu untuk mengikuti seperti yang ada dalam tayangan
tersebut. Oleh karena itu, diperlukan adanya pengawasan dalam hal tersebut.
Mungkin dengan mendampingi mereka saat melihat tayangan tersebut. Menambah
kegiatan yang positif di luar sekolah, misalnya kegiatan olahraga. Selain
menjaga kesehatan tubuh, kesibukan di luar sekolah seperti olahraga dapat
membuat perhatian mereka tertuju ke arah kegiatan tersebut. Sehingga, memperkecil
kemungkinan bagi mereka untuk melakukan penyimpangan prilaku seks bebas.
c.
Perlu dikembangkan model
pembinaan remaja yang berhubungan dengan kesehatan produksi.
Perlu adanya
wadah untuk menampung permasalahan reproduksi remaja yang sesuai dengan
kebutuhan. Informasi yang terarah baik secara formal maupun informal yang
meliputi pendidikan seks, penyakit menular seksual, KB dan kegiatan lain juga
dapat membantu menekan angka kejadian perilaku seks bebas di kalangan remaja.
d.
Perlu adanya sikap tegas dari
pemerintah dalam mengambil tindakan terhadap pelaku seks bebas.
Dengan
memberikan hukuman yang sesuai bagi pelaku seks bebas, diharapkan mereka tidak
mengulangi perbuatan tersebut.
BAB IV
PENUTUP
4.1 KESIMPULAN
Seks
bebas sudah menjadi hal yang tidak tabu lagi bagi kalangan remaja di Manggarai.
Kegiatan seks bukan hanya dilakukan oleh pasangan yang sah menurut agama dan hukum
yang berlaku akan tetapai juga dilakukan oleh para pelajar dan mahsiswa.
Pelajar dan mahasiswa sekarang ini cenderung lebih
mengutamakan pacaran dan kebutuhannya yang lain daripada menuntut ilmu. Mereka
tidak lagi tenggelam dalam pelajaran akan tetapi sudah tenggelam dalam lautan
asmara yang mereka namakan cinta. Sehingga norma adat Manggarai yang dulunya
begitu kental sudah semakin luntur dan pudar oleh perilaku remaja Manggarai
yang tidak mematuhi larangan adat dan Agama.
4.2 SARAN
Perlunya perhatian semua pihak baik pemerintah di tiga
wilayah kabupaten Manggarai yakni Manggarai Timur, Manggarai Barat Dan
Manggarai maupun masyarakat Manggarai Raya dalam mencegah terjadinya seks bebas
di kalangan remaja Manggarai. Masyarakat dan pemerintah harusnya aktif dalam
mengkampanyekan anti seks bebas.
Pelajar dan mahasiswa harusnya lebih fokus kepada
pelajaran bukan fokus pacaran. Masa depan kalian masih panjang.
DAFTAR RUJUKAN
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pengabdian/eva-imania-eliasa-spd-mpd/microsoft-word-cara-mengatasi-kenakalan-remaja.pdf (diakses pada tanggal 12 April 2014)
Muzayyanah, Nurul. 2008. DAMPAK
PERILAKU SEKS BEBAS BAGI KESEHATAN REMAJA.
Tersedia pada http://halalsehat.com/index.php/Remaja-Sukses/DAMPAK-PERILAKU-SEKS-BEBAS-BAGI-KESEHATAN-REMAJA-*.html
Prof. Dr. Hj. Melly Tri Sulastri
Rifa’I, M. Pd. dalam Seminar Hari Keluarga Nasional ke VII di Jakarta, 27 Juni
2000
Seminar Tentang Remaja “ANOMI
DIKALANGAN REMAJA AKIBAT KEKABURAN NORMA”, Jakarta Kompas
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/mkdu_isd/bab4-pemuda_dan_sosialisasi.pdf (diakses pada tanggal 12 April 2014)
http://dutashare.blogspot.com/2012/12/makalah-remaja-dan-permasalahannya.html(diakses pada tanggal 11 April 2014)
http://edukasi.kompasiana.com/2013/11/27/cara-mengatasi-kenakalan-pada-remaja-613476.html(diakses pada tanggal 11 April 2014)
http://eprints.uny.ac.id/9356/2/bab%202%20_NIM%2008102241022.pdf(diakses pada tanggal 11 April 2014)
http://komunitaspemudaniasselatan.blogspot.com/2011/02/seks-bebas-di-kalangan-remaja-dan-upaya.html (diakses pada tanggal 14 April 2014)
http://kumpulan-makalah-islami.blogspot.com/2008/12/remaja-pemuda-dan-permasalahannya.html(diakses pada tanggal 11 April 2014)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar